Rabu, 29 Juni 2011

SYARAT SYAH KHUTBAH JUM'AT

Syarat-Syarat Sah Khutbah Jum’at
Oleh Ruang Hampa

Pada umumnya setiap fardlu atau rukun44) mempunyai syarat, karena rukun atau fardlu yang tidak dilengkapi dengan syarat tidak akan berdiri. Khutbah dan khatib dalam Jum’at terdapat syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Adapun syarat-syarat dua khutbah yang dilaksanakan itu sebanyak sembilan perkara ialah :

1. Khutbah pertama dan kedua harus dilaksanakan dengan keadaan berdiri bagi orang yang mampu,

2. Khutbah pertama dan kedua harus memakai bacaan bahasa Arab,45)

3. Khutbah pertama dan kedua harus setelah matahari bergeser ke barat,

4. Khatib harus duduk antara khutbah pertama dan kedua dengan tenang, dan diam (tumakninah),

5. Khatib harus mengeraskan suara bacaan rukun-rukun khutbah sehingga mendengar orang-orang yang sah menjadi bilangan Jum’at pada bacaan rukun-rukun khutbahnya

6. Muwalat (segera antara khutbah pertama dan kedua, dan muwalat pula antara kalimat-kalimat, tidak berhenti bacaannya,46)

7. Suci dari hadas (besar atau kecil) dan suci pula dari najis, tubuh, pakaian dan tempat khutbahnya,47)

8. Menutup kulit dan warna aurat,

9. Mendahulukan khutbah pertama dan khutbah kedua dan mengahirkan shalat Jum’at.

44) Fardlu dan rukun adalah semakna. Tetapi pada ghalibnya, fardlu itu tidak disyaratkan muwalat, seperti fardlu wudlu, fardlu mandi besar. Sedangkan rukun disyaratkan muwalat, misalnya rukun iman, rukun tayamum, rukun shalat dan lain-lain (lihat: Husn al-Mathalib, Asn al-Maqashid, Riayat al-Himmat, Abyan al-Hawaij, Fath al-Qarib, Fath al-Wahab, Fath al-Jawad, dan lain-lain).
45) Kecuali nasehat-nasehat dan keterangan-keterangan, boleh memakai bahasa selain Arab atau Ajam (Sulaiman Jamal: II/27).
46) Nasehat atau mau’idhah yang panjang tidak menyebabkan putusnya batas muwalat antara kalimat satu dengan kalimat yang lain (al-Bajuri: I/219).
47) Cara untuk menghilangkan hadas kecil dengan wudlu, hadas besar dengan mandi janabat. Adapun syarat-syarat wudlu dan mandi ialah, (1) Islam, (2) tamyiz, (3) mengetahui fardlu yang dikerjakan, (4) air suci mensucikan (5) tiada sesuatu menghalangi ke kulit, (6) kekal niatnya hingga ahir pekerjaan, (7) janganlah ada sesuatu yang merusak datangnya air pada kulit, (8) mengalir airnya ke setiap kulit, rambut dan kuku. (Hamisy al-Bajuri: I/477, Fath al-Muin: 4-6).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar